ARTIKEL BERPIKIR KOMPUTASIONAL
Nama:Diny Rahmawati
Kelas:IX-i
No.Absen:10
Tujuan pembelajaran untuk bab Berpikir Komputasional pada kelas VIII ini adalah sebagai berikut.
1.Peserta didik mengenal dan mengimplementasikan konsep fungsi (input-proses-output) sebagai mesin komputasi, dan mengeksekusi mesin.
2.Peserta didik mampu memodelkan persoalan logika dalam bentuk himpunan.
3.Peserta didik mampu mengoperasikan bilangan dalam bentuk representasi.
4.Peserta didik mampu mengenal organisasi data terstruktur sebagai tumpukan(Stack).
Oleh karena itu dalam artikel ini, kita akan mempelajari definisi lengkap dari Berpikir Komputasional kelas VIII Bab 2 sub bab A dan B
Peta konsep
Computational thinking (CT/ Berpikir Komputasional adalah terminology yang sekarang ini digunakan untuk merujuk pada ide dan konsep dalam penerapan berbagai bidang computer science (CS) atau Teknik informatika. Secara internasional, telah terjadi debat terkait pentingnya pemahaanakan computer science, tidak hanya dalam konten, tetapi juga sebagai salah satu kemampuan umum, terkait pemikiran yang kritis dalam dunia teknologi sekarang ini.Jeanette Wing adalah kembali memperkenalkan istilah Computational thinking pada Maret 2006. Yang mana, computational thinking termasuk penyelesaian masalah, merancang system dan memahami perilaku manusia dengan mengambarkan konsep dasar kedalam computer science. Pada tahun 2011, Jeannette memperkenalkan definisi baru, yang mana : Computational Thinking adalah proses berpikir yang diperlukan dalam memformulasikan masalah dan solusinya, sehingga solusi tersebut dapat menjadi agen pemroses informasi yang efektif dalam menyelesaikan masalah.
Karakteristik nya ialah sebagai berikut.
1. Pemformulasian masalah dengan cara tertentu yang memungkinkan penggunaan komputer atau perangkat lainnya untuk membantu penyelesaian masalah tersebut.
2. Pengorganisasian dan analisis data secara logis.
3. Representasi data melalui abstraksi, misalnya dengan model dan simulasi.
4. Otomasi solusi melalui pemikiran algoritmis (sekumpulan langkah- langkah yang terurut).
5. Proses identifikasi, analisis, dan implementasi solusi-solusi yang bertujuan untuk mendapatkan kombinasi langkah dan pemanfaatan sumber daya yang paling efisien dan efektif.
6. Pengimplementasian proses penyelesaian masalah ini dalam berbagai bidang.
Dengan belajar Berpikir Komputasional, diharapkan dapat menumbuhkan disposisi dan sikap-sikap berikut.
1. Memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi kompleksitas.
2. Gigih dalam menyelesaikan masalah yang rumit.
3. Toleransi terhadap ambiguitas.
4. Kemampuan menghadapi masalah terbuka (open ended problem).
5. Kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan atau solusi tertentu.
A.FUNGSI
Input - proses - output bukanlah hal yang terbatas pada dunia komputer. Demikian juga dengan fungsi. Dalam matematika, peserta didik dikenalkan dengan fungsi, misalnya untuk menghitus luas lingkaran, digunakan rumus hitungLuasLingkaran (r) = 3.14 x rx r. Hasil (output) dari hitung LuasLingkaran (r) ditentukan oleh nilai r yang menjadi input fungsi tersebut. Nama fungsinya adalah hitungLuasLingkaran, dan parameter fungsi adalah r yang dapat diubah-ubah, sehingga fungsi dapat dipakai menghitung lingkaran dengan berjari-jari berapa pun.
Komputer mengubah input menjadi output berdasarkan proses tertentu. Proses tersebut ditentukan oleh manusia. Manusia memberi tahu proses tersebut dengan membuat program dengan bahasa pemrograman tertentu. Salah satu gaya bahasa dalam komputer adalah pemrograman fungsional. Program terdiri atas banyak fungsi yang setiap fungsi menerima input, melakukan sebuah proses, dan menghasilkan output. Pada soal ini, alat-alat yang terdapat pada jalur-jalur tersebut bertindak sebagai fungsi-fungsi kecil.
Mengenal Cara Kerja Komputer Dari Input-Proses-Output
Di dalam sistem komputer, terjadi beberapa tahapan mulai dari input hingga menghasilkan output. Adapun tahapan cara kerja komputer dari input-proses-output secara singkat antara lain adalah:
1. Pertama-tama, data dimasukkan ke dalam sistem komputer. Data tersebut dapat berupa huruf, angka, gambar, atau desain.
Data tersebut akan dimasukkan ke dalam CPU (Central Processing Unit) menggunakan komponen input seperti keyboard, scanner, ataupun mouse.
2. Kemudian, di dalam CPU akan terjadi proses komunikasi data. Proses tersebut berupa data yang disampaikan ke program aplikasi dan selanjutnya akan diteruskan ke program sistem operasi.
3. Program sistem operasi nantinya akan mengubah data ini menjadi bahasa mesin.
Pengubahan tersebut bertujuan agar data yang dimasukkan dapat dimengerti oleh peralatan elektronik yang terdapat di dalam komputer.
4. Data-data yang telah diubah tersebut akan diproses. Kemudian oleh sistem operasi, data tersebut akan kembali disampaikan pada software aplikasi sehingga dapat ditampilkan di layar monitor.
5. Apabila tampilan yang ada di layar monitor sudah sesuai dengan keinginan pengguna, si pengguna selanjutnya akan memberikan instruksi kepada komputer.
Instruksi tersebut berupa arahan untuk menyimpan hasil kerja dalam media penyimpan ataupun dicetak menggunakan printer.
B.REPRESENTASI DATA DAN HIMPUNAN
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak permasalahan yang dapat dimodelkan dengan konsep tertentu. Pada kasus ini, soal yang diberikan kepada peserta didik adalah soal logika yang dapat dimodelkan dengan konsep himpunan. Selain itu, soal ini dapat dimodelkan dalam bentuk bilangan biner. Peserta didik juga diperkenalkan pada konsep bilangan biner, oktal, dan desimal yang sering digunakan dalam bidang informatika.
Dalam Informatika, dikenal terdapat banyak struktur data yang dapat digunakan untuk memodelkan berbagai masalah. Contoh struktur data yang umum digunakan adalah graf, tree (pohon), list (daftar). Pada soal ini, masalah yang diberikan dapat dimodelkan dengan himpunan.
Bilangan biner dipilih karena setiap atribut hanya dapat bernilai ya/tidak, misalnya apakah tanaman memiliki daun, apakah tanaman berkelopak ganda. Logika ini dapat diterapkan dalam komputer, yaitu melalui bit yang merupakan satuan terkecil dalam komputer. Setiap bit dapat bernilai 1 (benar/true) atau 0 (salah/false).
Pengertian Himpunan dan Sistem Bilangan dalam Informatika
1. Himpunan
Secara umum, himpunan adalah sebuah perkumpulan.
Perkumpulan ini bisa terjadi dari sebuah benda atau manusia.
Sederhananya, himpunan adalah kumpulan obyek yang bernilai pasti.
Contoh dari himpunan sendiri bisa kita lihat di sekitar kita, lo.
Misalnya adalah, kumpulan hewan berkaki empat.
Itu artinya, kumpulan hewan yang berkaki empat seperti kucing, anjing, kuda dan keledai.
Contoh lainnya adalah, kumpulan makanan manis.
2.Sistem Bilangan
Dalam sistem komputer, ada emoat buah sistem bilangan yang umum digunakan.
Berikut ini adalah empat sistem bilangan dalam informatika:
Desimal - Sistem bilangan yang menggunakan basis 10.
Biner - Sistem bilangan yang menggunakan basis 2.
Oktal - Sistem bilangan yang menggunakan basis 8.
Heksa Desimal - Sistem bilangan yang menggunakan basis 16.
Contoh dan konsep bilangan:
1.Bilangan Biner
1. Konsep Bilangan Biner
Bilangan biner disebut juga dengan bilangan basis dua karena hanya menggunakan dua symbol yaitu “1” dan “0”. Biner adalah system nomor yang digunakan dalam perangkat digital seperti computer.
Contoh bilangan biner : 10111001
Ada 8 angka dan angka angka tersebut adalah bilangan biner 8 bit. Bit adalah singkatan dari Binary Digit. Tiap tiap bit dapat dipresentasikan dengan pangkat 0-7 (8 bit).
Konversi Bilangan Biner ke decimal
Untuk mengkonversi bilangan biner ke decimal sangatlah sederhana seperti contoh di bawah ini.
Contoh konversi bilangan biner ke decimal :
Konversikan 10111001 ke dalam decimal
Jawab :
Nilai Desimal :
128+32+16+8+1=185
Jadi nilai decimal dari 10111001 adalah 185
Konversi Bilangan Desimal ke Biner
Untuk mengubah decimal ke biner juga sangat sederhana, anda hanya membagi nilai decimal dengan 2 dan kemudian menuliskan sisanya, ulangi proses ini sampai anda tidak bias membagi dengan 2 lagi, misalnya mari kita mengambil nilai decimal 78 :
78÷2=39 (sisa 0)
39÷2=19 (sisa 1)
19÷2=9 (sisa 1)
9÷2=4 (sisa 1)
4÷2=2 (sisa 0)
2÷2=1 (sisa 0)
1÷2=0 (sisa 1)
Sisa hasil perhitungan tersebutlah merupakan penulisan bilangan biner yaitu 1001110
Penjumlahan Biner
Langkah langkah penjumlahan bilangan biner :
1. jumlahkan bit paling kanan, dari contoh di samping 0+1=1
2. jika mendapati bit 1+1=10 dituliskan 0 di hasilpenjumlahan lalu simpan 1 di atas bit selanjutnya
3. jika mendapati penjumlahan bit 1+1 dan di tambah dari bit sebelumnya maka hasilnya adalah 11 dituliskan 1 di hasil penjumlahan lalu simpan 1 di atas bit selanjutnya
Maka hasil dari penjumlahan biner diatas adalah
Deret biner pertama nilai desimalnya 152
Deret biner ke dua nilai desimalnya 57
hasil penjumlahannya adalah 209
152+57=209
Pengurangan Biner
Pengurangan biner sama dengan pengurangan bersusun biasa, hanya terdapat beberapa rumus sederhana antara lain :
0-0=0
0-1=1, pinjam 1
1-0=1
1-1=0
Contoh dari pengurangan biner sebagai berikut :
Deret biner pertama nilai desimalnya 10
Deret biner kedua nilai desimalnya 5
Hasil dari pengurangan biner adalah 0101 yang bernilai desimal 5
10-5=5
Perkalian Biner
Perkalian biner sama halnya dengan perkalian secara bersusun biasa hanya saja terdapat rumus rumus sederhana :
0x0=0
0x1=0
1x0=0
1x1=1
Contoh perkalian biner :
Deret biner pertama nilai desimalnya 5
Deret biner kedua nilai desimalnya 2
hasil dari perkalian di jumlahkan dan mendapatkan hasil 1010 yang ber nilai desimal 10
jadi 2x5=10
2.Bilangan Oktal
Bilangan oktal adalah bilangan berbasis 8, yang menggunakan angka 0,1,2,3,4,5,6,dan 7. Contoh penulisan : 27(8). Oktal berbasis 8, maka angka 8-lah yang menjadi subscript pada penulisan bilangan desimal.
3.Bilangan Desimal
Bilangan desimal adalah bilangan yang diperoleh dari hasil pembagian suatu bilangan dengan angka sepuluh atau pangkatnya, yakni 10, 100, 1.000, 10.000, dan seterusnya.
0,1 diperoleh dari 1:10
1,6 diperoleh dari 16:10
3,25 diperoleh dari 325:100
Rumus Bilangan Desimal
Seperti bilangan bulat, bilangan pada pecahan desimal juga memiliki nilai yang tergantung pada tempatnya.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.kherysuryawan.id/2023/08/rangkuman-informatika-kelas-8-bab-2.html?m=1
https://bebras.ipmafa.ac.id/2021/03/apa-itu-berpikir-komputasional.html?m=1
https://mamikos.com/info/cara-kerja-komputer-beserta-gambarnya-pljr/
https://wislah.com/berpikir-komputasional-pengertian-algoritma-optimasi-penjadwalan-struktur-data-dan-repsentasi-data/
https://www.kompas.com/skola/read/2023/02/24/163000669/4-bilangan-komputer--desimal-biner-oktal-dan-heksadesimal
https://kids.grid.id/read/473728134/perbedaan-himpunan-dan-sistem-bilangan-materi-informatika-kelas-viii
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sistem_bilangan_biner#:~:text=Sistem%20bilangan%20biner%20atau%20sistem,semua%20sistem%20bilangan%20berbasis%20digital.
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5726965/bilangan-desimal-arti-contoh-dan-cara-menentukan-nilai






Tidak ada komentar:
Posting Komentar