KELAS:IX-I
NO.ABSEN:10
-MAPEL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL-
Artikel
Tugas Akhir II
IPS•Sejarah
Kelas VIII Semester genap bab IV
KURIKULUM 2013
PETA KONSEP👆🏻
"ORGANISASI DAN PERGERAKAN NASIONAL"
Apa itu pergerakan nasional?
Pergerakan nasional di Indonesia merupakan suatu fenomena yang melibatkan beragam bidang, seperti bidang sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Dalam konteks ini, pergerakan nasional dalam bidang politik memegang peranan yang sangat signifikan. Penjajah menggunakan politik sebagai alat dominasi di segala bidang kehidupan.
Pergerakan nasional mencakup segala aspek kehidupan, mulai dari budaya hingga keputusan politik. Ini berkaitan erat dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah.
Munculnya pergerakan nasional di Indonesia dapat ditarik akar pada dua faktor utama: faktor internal dan faktor eksternal. Meskipun faktor eksternal mempengaruhi pergerakan nasional, faktor internal memainkan peranan yang lebih menentukan.
1.Faktor Internal:
-Tekanan dan Penderitaan: Rakyat Indonesia terus menerus merasakan tekanan dan penderitaan yang diakibatkan oleh penjajah. Ini mendorong mereka untuk melawan penjajah.
-Rasa Senasib Sepenanggungan: Di bawah cengkeraman penjajah, muncul rasa senasib sepenanggungan di antara rakyat Indonesia, yang menginspirasi semangat bersatu untuk memerdekakan diri dan membentuk negara.
-Kesadaran Nasional dan Harga Diri: Munculnya kesadaran nasional dan harga diri karena keinginan untuk memiliki tanah air dan hak menentukan nasib sendiri.
2.Faktor Eksternal:
-Pengaruh Luar Negeri: Faktor dari luar negeri, meskipun tidak menjadi faktor utama, mempercepat proses pergerakan nasional. Pengaruh luar mendorong rakyat Indonesia untuk lebih cepat meraih kemerdekaan.
Sejarah pergerakan nasional Indonesia menunjukkan bahwa perjuangan bangsa ini didorong oleh dorongan internal yang kuat. Perjuangan yang dilakukan secara lokal, ketergantungan pada pemimpin feodal atau penguasa setempat, dan ketidakpersatuan rakyat hanya akan mengakibatkan kegagalan. Oleh karena itu, perjuangan nasional memerlukan pendekatan yang berbeda.
C.Organisasi-Organisasi Pergerakan Nasional
Ada berbagai organisasi yang berperan penting dalam pergerakan nasional Indonesia. Di antara organisasi-organisasi tersebut, beberapa yang paling menonjol adalah:
Indische Partij, yang didirikan oleh tiga serangkai tokoh utama, yaitu Dr. Douwes Dekker, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat, muncul pada tanggal 20 Mei 1908. Organisasi ini bertujuan untuk membangkitkan semangat kaum Indo dan melawan pemerintah kolonial Belanda.
2.Perhimpunan Indonesia
Perhimpunan Indonesia adalah organisasi yang dibentuk oleh para mahasiswa Indonesia di Belanda, dengan tokoh seperti R.P Sosrokartono, R. Husein Jayadiningrat, dan Mohammad Hatta yang menjadi pengasuh majalah Hindia Poetra.
Organisasi ini bertujuan menyebarkan ide-ide anti kolonial dan mengkritik praktik sewa tanah industri gula Hindia Belanda yang merugikan petani.
3.Partai Nasional Indonesia
Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dipimpin oleh Ir. Soekarno, lahir pada tahun 1927. PNI ditangkap pada tahun 1930 oleh pihak kolonial Belanda karena dianggap sebagai ancaman terhadap kolonialisme.
4.Partai Indonesia Raya (Parindra)
Parindra lahir pada tanggal 25 Desember 1935 dan merupakan gabungan dari Budi Utomo dan Persatuan Bangsa Indonesia. Organisasi ini fokus pada pendidikan rakyat, persatuan, kesatuan bangsa, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
5.Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)
Gerindo didirikan oleh A.K. Gani, Mr. Moh. Yamin, dan Mr. Amir Syarifudin pada tanggal 24 Mei 1937 di Jakarta. Tujuannya adalah mencapai kemerdekaan Indonesia dengan prinsip nasionalisme dan demokrasi.
6.Sarekat Islam (SI)
Serikat Islam didirikan oleh H. Samanhudi pada tahun 1911 di Surakarta. Organisasi ini awalnya bernama Sarekat Dagang Islam (SDI) dan kemudian menjadi SI. SI pecah menjadi dua pada tahun 1921, yaitu SI Merah pimpinan Semaun dan SI Putih pimpinan H.O.S. Cokroaminoto.
7.Pergerakan Wanita
Pergerakan wanita di Indonesia dipelopori oleh R.A. Kartini, yang memengaruhi kaum wanita untuk memperjuangkan emansipasi. Selain Kartini, tokoh-tokoh seperti Dewi Sartika, R.A. Sabarudin, dan R.A. Sutinah Joyopranoto juga memainkan peran penting dalam pergerakan wanita. Kongres wanita Indonesia pada tahun 1928 memunculkan Perserikatan Istri Indonesia (PII).
8.Perguruan Muhammadiyah
Meskipun pergerakan nasional lebih menonjol dalam bidang politik, Perguruan Muhammadiyah memilih pendekatan melalui pendidikan dan sosial. Didirikan pada tanggal 18 November 1912 oleh KH.
Ahmad Dahlan, organisasi ini mendapat dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat. Seiring dengan pergerakan nasional lainnya, Muhammadiyah juga menjadi sorotan pemerintah kolonial Belanda, meskipun langkah dan gerakannya tidak terlibat dalam politik.
Organisasi-organisasi tersebut menjadi bagian penting dalam pergerakan nasional Indonesia, dengan masing-masing kontribusi uniknya dalam perjuangan menuju kemerdekaan. Sejarah pergerakan nasional Indonesia mengilhami kita untuk menghargai semangat perjuangan yang telah membentuk bangsa ini.
Selain delapan organisasi tersebut, masih banyak organisasi lain yang didirikan dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Seperti Partai Nasionalis Indonesia (PNI) dengan pendirinya Ir. Soekarno, Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan, dan Nahdlatul Ulama dengan tokoh pendiri KH. Hasyim Asy’ari.
pergerakan itu menandai perubahan pola gerakan, dari awalnya banyak melalui perjuangan fisik atau perang beralih pada meja-meja perundingan dan negoisasi.
Seperti diketahui, pada periode awal abad ke-20, Indonesia masih berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda yang menguasai beberapa wilayah di Nusantara.
Organisasi-organisasi pergerakan yang dibentuk pada masa tersebut bertujuan untuk melawan penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Melalui organisasi ini, anak-anak muda berupaya untuk menentukan nasib bangsanya sendiri dan juga demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Organisasi pergerakan nasional yang berisi sekelompok orang dengan struktur keanggotaan resmi ini memiliki satu tujuan untuk bersama-sama berjuang untuk kepentingan bersama di atas nama bangsa Indonesia.
Itulah sebabnya tujuan organisasi ini menjadi lebih lancar dan baik karena menuju tujuan yang sama.
Contoh ilustrasi gambar Organisasi dan Pergerakan Nasional di Indonesia:
Sumber google
D.KESIMPULAN
Pergerakan nasional muncul pada awal tahun 1908 yang ditandai dengan
berdirinya organisasi pertama yang diberi nama Budi Utomo. Munculnya
pergerakan nasional ini juga terjadi beberapa faktor yang diantaranya terjadi
karena faktor internal dan eksternal. Organisasi yang awal berdiri pada awal
masa pergerakan diantaranya ada Budi Utomo, Sarekat Dagang Islam, dan
Indische Partij. Kemudian disusul partai-partai lain yang bermunculan yang
bergerak pada bidang sosial dan budaya. Jarang dari mereka yang lahir dan
langsung bergerak ke kiprah politik karena akan membuat pemerintah Belanda
curiga dan akan menjadi pusat perhatiannya.
Yang kemudian lahirlah sebuah organisasi Gabungan Politik Indonesia
pada tanggal 21 Mei 1939 pada rapat Parindra dan diketuai oleh Moh. Husni
Thamrin. Banyak partai politik yang ikut serta bergabung dengan Gapi ini.
Diantaranya Parindra, Gerindo, Pasundan, Partai Sarekat Islam (PSI), dan
Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Kebijakan dari Gapi itu sendiri
diantaranya adalah membuat parlemen yang anggotanya dipilih dari rakyat dan
untuk rakyat. Pada rapatnya Gapi membentuk Kongres yang menghasilkan
pembentukan Kongres Rakyat Indonesia pada tanggal 23 Desember 1939.
Agenda yang akan dibahas dari KRI ini adalah tentunya mengenai “Indonesia
Berparlemen dan KRI bertujuan untuk menjaga keselamatan dan
mensejahterakan keadaan rakyat Indonesia. Kemudian pada tangga 14
September 1941 KRI dirubah menjadi MRI. Kemudian kongres MRI dibentuk
untuk lebih mematangkan aksi “Indonesia Berparlemen”.
Gabungan Politik Indonesia merupakan suatu badan organisasi politik
yang menaungi beberapa partai politik yang masuk di dalamnya untuk
mewujudkan cita-cita yang diharapkannya. Sebelum adanya Gapi ada.
beberapa organisasi yang menjadi awal berdirinya pergerakan nasional
dalam mengawalinya. Dalam organisasi tersebut mencerminkan bahwa untuk
mencapai suatu tujuan yang diharapkan harus melalui beberapa proses,
perjuangan, dan pengorbanan yang dilakukan. Dengan usaha yang sungguh sungguh dan dikerjakan bersama-sama akan membuahkan hasil yang
diharapkan.
Pada Gabungan Politik Indonesia banyak anggota yang tergabung di
dalamnya. Orang yang tergabung dalam organisasi tersebut adalah orang
yang tentunya memiliki pengalaman dan termasuk kaum intelektual. Orang
yang berpendidikan berpartisipasi dalam perjuangan internal (berorganisasi)
dan orang yang tidak berpendidikan atau orang yang tidak memiliki
pengalaman berpartisipasi melalui perjuangan diluar organisasi.
E.SARAN
Di dalam penelitian ini banyak yang sudah dibahas mengenai Gabungan
Politik Indonesia diantaranya ialah Petisi Sutardjo, Terbentuknya Gapi,
Perkembangan Gapi, Anggota Gapi, Partai-partai yang Terlibat, sampai dengan
tranfromasi Gapi. Banyak yang sudah dibahas, semoga menjadi rujukan
tambahan pagi para pembacanya.
F.DAFTAR PUSTAKA
https://uici.ac.id/mengenal-sejarah-organisasi-pergerakan-nasional-dan-para-tokohnya/
https://fahum.umsu.ac.id/organisasi-pergerakan-nasional-di-indonesia/
-BUKU IPS KELAS VIII
~SELESAI~
ARTIKEL INI SAYA BUAT GUNA MEMENUHI TUGAS AKHIR II MAPEL INFORMATIKA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar