KELAS: IX-I
NOMER ABSEN: 10
-MAPEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM-
Artikel
Tugas akhir II
Pai•Keagamaan
Kelas VIII Semester genap Bab 6
-Kurikulum Merdeka-
Peta konsep👆🏻
"INSPIRASI AL-QUR'AN INDAHNYA. BERAGAMA SECARA MODERAT"
A.Hukum Bacaan Nun Mati atau Tanwin
Nun mati adalah huruf nun dengan harakat sukun. Nun mati tidak bisa dibunyikan kecuali diawali huruf lain.
Tanwin adalah nun mati yang bertempat di akhir kata benda (al-ism) yang terlihat apabila dibaca bersambung dengan huruf berikutnya dan hilang ketika dibaca waqaf (berhenti).
Ada 4 hukum bacaan nun mati atau tanwin:
•Izhar
•Izgam
•Iqlab
•Ikhfa
•Izhar
Iẓhar berarti jelas, terang, dan tampak. Nun mati atau tanwin dibaca izhar apabila bertemu dengan huruf berikut ini:
•hamzah ( ء)
•ha ( ه)
•ain ( ع)
•gain ( غ)
•ha ( ح)
•kha ( خ)
Hukum bacaan ini biasa disebut juga izhar halqi.
Idgam
Idgam berarti memasukkan sesuatu pada sesuatu. Nun mati atau tanwin dibaca idgam apabila bertemu dengan huruf berikut ini:
~ya ( ي),
~nun ( ن)
~mim ( م)
~waw ( و)
~lam ( ل)
~ra (ر)
Idgam sendiri dibagi menjadi tiga yaitu:
•idgam bi gunnah
•izhar kilmi
•idgam bi la gunnah
Idgam bi gunnah harus dibaca dengung apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf berikut ini dalam dua kata:
- ya ( ي)
- nun ( ن)
- mim ( م)
- waw ( و)
Sedangkan dibaca izhar kilmi, nun matinya harus dibaca terang apabila terjadi dalam satu kata. Idgam bi la gunnah dibaca tanpa dengung apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan ( ل) dan ra ( ر).
Iqlab
Iqlāb berarti mengubah bentuk sesuatu dari asalnya. Apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ba ( ب) maka nun mati atau tanwin tersebut berubah jadi mim ( م) dengan disertai dengung.
Ikhfa
Ikhfā’ berarti menutupi atau menyembunyikan. Apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf dibawah ini maka akan dibaca samar:
•Ta ( ت)
•Ṡa (ث)
•Jim ( ج)
•Dal ( د)
•Żal ( ذ)
•Zai ( ز)
•Sin ( س)
•Syin ( ش)
•Ṣad ( ص),
•Ḍad(ض),
•Ṭa ( ط)
•Ẓa ( ظ)
•Fa ( ف)
•Qof ( ق)
•Kaf ( ك)
B.Hukum Bacaan Mim Mati
Hukum bacaan mim mati dapat dibagi menjadi 3, yaitu:
~Ikhfa syafawi
~Idgam mislain
~Izhar syafawi
Disebut ikhfā’ syafawi apabila ada huruf mim mati bertemu dengan huruf ba ( ب), cara membaca mim mati tersebut disembunyikan dengan dibaca samar antara jelas dan berdengung.
Disebut idgam miṡlain apabila ada huruf mim mati bertemu dengan sesama huruf mim, cara membacanya huruf mim pertama dimasukkan ke dalam huruf mim kedua.
Disebut dengan bacaan Iẓhār syafawi apabila ada huruf mim mati bertemu dengan huruf selain ba ( ب) dan mim ( م), cara membacanya, huruf mim mati dibaca jelas.
C.Q.S al- Baqarah ayat 143 dan artinya
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًاۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِيْ كُنْتَ عَلَيْهَآ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَّتَّبِعُ الرَّسُوْلَ مِمَّنْ يَّنْقَلِبُ عَلٰى عَقِبَيْهِۗ وَاِنْ كَانَتْ لَكَبِيْرَةً اِلَّا عَلَى الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُۗ وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِيْعَ اِيْمَانَكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Yang artinya: “Demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menetapkan kiblat (Baitulmaqdis) yang (dahulu) kamu berkiblat kepadanya, kecuali agar Kami mengetahui (dalam kenyataan) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sesungguhnya (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.”
Kandungan Q.S al- Baqarah ayat 143
Kata kunci dalam kandungan al-Baqarah ayat 143 adalah “ummatan wasaṭan” yang berarti umat pertengahan.
Ayat ini menunjukkan bahwa ajaran Islam bersifat wasath (moderat), sehingga umat yang mengamalkan ajaran islam adalah umat moderat.
D.Ada dua sifat yang digambarkan melekat pada ummatan wasaṭan, yaitu:
1.Umat yang adil
2.Umat yang moderat
Adil memiliki tiga dimensi makna, yakni kesamaan, keseimbangan, dan proporsional.
Adil dalam makna kesamaan berarti memberikan perlakuan yang sama dalam menegakkan aturan kepada semua orang tanpa membedakan latar belakang agama, sosial, ekonomi, maupun politik.
Adil dalam makna keseimbangan berarti memberikan keseimbangan dalam kehidupan, sebagai contoh memberikan jalur roda khusus untuk penyandang disabilitas sehingga mereka bisa terlayani dengan baik selayaknya dengan yang tidak berkebutuhan khusus.
Adil dalam makna proporsional berarti menempatkan segala sesuatu pada tempatnya atau memberikan setiap hak kepada pemiliknya.
Selanjutnya umat moderat berarti yang tidak berlebih-lebihan, menyeimbangkan antara duniawi dan akhirat.
Sesuai sabda Rasulullah Saw:
-
Yang artinya: Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Amal seseorang tidak akan pernah menyelamatkannya”. Mereka bertanya: “Engkau juga, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Begitu juga aku, kecuali jika Allah melimpahkan rahmat-Nya. Maka perbaikilah, tetapi jangan berlebihan, bersegeralah di pagi dan siang hari. Bantulah itu dengan akhir-akhir waktu malam. Berjalanlah pertengahan, berjalanlah pertengahan agar kalian mencapai tujuan.”
Sejarah Pancasila dan sikap moderat para pemimpin umat Islam
Dalam Piagam Jakarta yang belum direvisi, kita tahu bahwa terdapat isi pada poin pertama yaitu:
“Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”
Namun Indonesia bukanlah negara Agama, namun negara Republik, dimana di dalamnya terdapat banyak agama yang diakui.
Sehingga ada beberapa pihak yang tentunya keberatan dengan kata-kata “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, karena semua warga Indonesia bukanlah Muslim.
Demi Indonesia yang baru saja di Proklamirkan, para pemimpin setuju untuk merubah kata-kata tersebut sehingga menjadi: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemimpin kita bersifat moderat.***
HIKMAH
Moderasi beragama sangat diperlukan sebagai solusi, agar dapat menjadi kunci penting untuk menciptakan kehidupan keagamaan yang rukun, harmoni, damai, serta keseimbangan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat, bernegara maupun kehidupan beragama.
MANFAAT
Mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan, berdialog dengan baik, dan menciptakan kerukunan antarumat beragama
contoh ilustrasi gambar
INSPIRASI AL-QUR'AN INDAHNYA BERAGAMA SEGARA MODERAT
~Sumber google~
"L I N K Y O U T U B E"
Link YouTube untuk penjelasan materi pembelajaran 👆🏻
E.KESIMPULAN
Memahami hukum bacaan nun mati dan mim mati adalah kunci untuk membaca Al-Qur'an dengan benar. Terutama, aturan-aturan ini membantu memahami makna dalam konteks ayat-ayat Al-Qur'an. Pengertian yang baik tentang hukum bacaan ini juga mencerminkan kebijaksanaan dan keteladanan para pemimpin umat Islam, seperti yang tergambar dalam Piagam Jakarta yang telah direvisi.
F.SARAN
Keberagaman di Indonesia menciptakan sikap moderat, menunjukkan bahwa pemimpin bersifat inklusif dan memahami kebutuhan seluruh warganya, meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda. Dengan demikian, pemahaman hukum bacaan nun mati dan mim mati bukan hanya soal tajwid, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai toleransi dan moderasi dalam masyarakat.***
G.DAFTAR PUSTAKA
1.https://www.medianekita.com/edukasi/amp/2249993576/rangkuman-materi-pai-kelas-8-smp-kurikulum-merdeka-bab-6-inspirasi-al-quran-indahnya-beragama-secara-moderat
2.BUKU PAI KELAS 8 KURIKULUM MERDEKA.
~SELESAI~
ARTIKEL INI SAYA BUAT GUNA MEMENUHI TUGAS AKHIR II MAPEL INFORMATIKA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar